Arak Bali adalah minuman beralkohol hasil penyulingan tradisional dari Bali. Rasanya jernih dan kuat, dengan aroma khas nira yang membedakannya dari minuman suling lain. Di Bali, arak bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun.
Dari nira ke arak
Bahan dasarnya adalah nira, yaitu cairan manis yang disadap dari bunga pohon kelapa atau lontar. Prosesnya kira-kira seperti ini:
- Nira disadap dari pohon, biasanya setiap hari.
- Nira dibiarkan berfermentasi secara alami sampai menjadi tuak.
- Tuak dipanaskan dalam alat suling tradisional. Uapnya dialirkan lewat pipa, lalu diembunkan kembali menjadi cairan bening: arak.
Karena prosesnya bergantung pada pohon, cuaca, dan tangan perajinnya, setiap arak punya karakter yang sedikit berbeda.
Karangasem, rumah para perajin arak
Karangasem di Bali timur dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan arak. Di desa-desanya, keahlian menyadap nira dan menyuling arak diwariskan dari generasi ke generasi. Arak yang dipakai ARAKADABRA! juga berasal dari Karangasem.
Lebih dari sekadar minuman
Dalam kehidupan masyarakat Bali, arak juga punya tempat dalam upacara adat dan keagamaan, misalnya sebagai bagian dari sesajen. Karena itulah arak dihormati sebagai warisan budaya, bukan hanya produk.
Arak Bali di dalam ARAKADABRA!
ARAKADABRA! memadukan Arak Bali dengan jus buah dan perasan jeruk nipis segar, sehingga menjadi cocktail buah siap minum yang lebih ringan dan penuh warna, tanpa kehilangan karakter araknya. Tinggal dinginkan, tuang ke gelas berisi es, dan nikmati pelan-pelan.